Pendampingan Desain Mesin Tusuk Sate Desa Tamansari Kabupaten Pasuruan Guna Meningkatkan Kapasitas Proses Produksi

Penulis

  • Wisma Soedarmadji Autor/in
  • Tulus Subagyo Autor/in
  • Moh. Effendi Autor/in
  • Miftachul Huda Autor/in

Kata Kunci:

Desain Mesin Tusuk Sate, UKM, Peningkatan Proses Produksi

Abstrak

Industry tusuk sate milik bapak Fauzan sudah dikelola  ± 8 tahun, akan tetapi proses pengerjaan tusuk sate masih menggunakan cara yang tradisional atau secara manual sehingga kurang efektif dalam meningkatkan produktifitas pembuatan tusuk sate. Prosesnya batang bambu dipotong menggunakan gergaji dengan ukuran kira-kira 20 cm. selanjutnya dibelah-belah selebar 2 cm. Hasil belahan ini kemudian dibelah lagi menjadi 4 bagian. Setelah itu diraut menjadi batangan bulat dan diperhalus, dan salah satu ujungnya diruncingkan sepanjang 1 cm, lalu proses pengeringan dilakukan secara tradisional yaitu dengan menggunakan sinar matahari yang memerlukan waktu selama 3 hari. Permasalahan yang dihadapi pelaku usaha tusuk sate ini adalah keterbatasan teknologi yang dikuasai, dikarenakan kemampuan sumber daya manusia yang ada. Mengingat bahwa dalam proses pengerjaan tusuk sate masih menggunakan tenaga manusia. Hasil pengabdian ini bahwa desain  mesin  pembuat tusuk sate  ini  memiliki Spesifikasi  Panjang  Mesin 500  mm, Lebar Mesin 470 mm, dan Tinggi Mesin 763 mm. Desin mesin pembuat tusuk sate mempunyai fungsi untuk membuat tusuk sate dalam jumlah yang banyak dan secara kontiniu. Mesin ini menggunakan motor listrik sebagai sumber tenaganya, dan pulley sebagai pengatur putaran poros/shaft yang kemudian menggerakkan roll agar bisa mendorong bambu olahan ke pisau. Mesin pembuat tusuk sate ini dilengkapi dengan 3 buah mekanisme yaitu pembelahan, penyerutan dan peruncingan.

Diterbitkan

2026-01-03

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Pendampingan Desain Mesin Tusuk Sate Desa Tamansari Kabupaten Pasuruan Guna Meningkatkan Kapasitas Proses Produksi. (2026). Multikultural Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1). https://jurnal.miftahulhudakalirejo.or.id/jpm/index.php/multikultural/article/view/9